Di era transformasi digital, data dihasilkan, ditransmisikan, dan diproses dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Permintaan bandwidth dan konektivitas yang lebih cepat yang tak pernah puas terus mendorong inovasi dalam teknologi serat optik. Corning Incorporated, pelopor dalam komunikasi optik, tetap berada di garis depan revolusi teknologi ini dengan serat ultra-rendah-rugi SMF-28 ULL-nya yang inovatif.
Didirikan pada tahun 1851 sebagai produsen kaca, Corning mengubah industri telekomunikasi pada tahun 1970-an dengan mengembangkan serat optik berkerugian rendah pertama di dunia. Terobosan ini meletakkan dasar bagi komunikasi serat optik modern. Selama beberapa dekade, Corning telah mempertahankan posisi kepemimpinannya melalui inovasi berkelanjutan dalam ilmu material dan proses manufaktur.
Seiring infrastruktur digital berkembang secara global, kabel tembaga tradisional tidak lagi dapat memenuhi persyaratan bandwidth. Serat optik telah menjadi standar untuk membangun jaringan berkecepatan tinggi dan andal. Atenuasi sinyal—diukur dalam desibel per kilometer (dB/km)—tetap menjadi faktor penting dalam kinerja serat. Atenuasi yang lebih rendah memungkinkan jarak transmisi yang lebih jauh dengan lebih sedikit penguat sinyal, mengurangi biaya modal dan operasional.
Serat SMF-28 ULL Corning mencapai atenuasi luar biasa hanya 0,15 dB/km pada panjang gelombang 1550 nm, menetapkan tolok ukur baru untuk serat mode tunggal darat. Karakteristik ultra-rendah-rugi ini memungkinkan:
Kemampuan multi-band serat mendukung pita gelombang O, C, dan L (1260-1625 nm), memungkinkan pemanfaatan spektrum yang efisien. Teknologi pelapisan ColorPro™ milik Corning meningkatkan identifikasi serat selama pemasangan dan pemeliharaan tanpa mengurangi kinerja. Varian diameter 200-mikron opsional meningkatkan kepadatan kabel untuk penyebaran yang dibatasi ruang seperti pusat data.
Lumen Technologies (sebelumnya CenturyLink) menggunakan serat SMF-28 ULL di seluruh jaringan Amerika Utara seluas 4,7 juta mil, menunjukkan kelayakan operasional teknologi tersebut. Pemasangan ini menunjukkan kemampuan serat untuk mendukung jaringan tulang punggung jarak jauh sambil mengurangi kompleksitas infrastruktur.
Seiring teknologi 5G, komputasi awan, dan IoT menyebar, permintaan akan infrastruktur optik berkapasitas tinggi akan meningkat. Corning terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang ini. Komitmen perusahaan terhadap inovasi memposisikan serat SMF-28 ULL sebagai landasan untuk jaringan optik generasi berikutnya di seluruh dunia.
Di era transformasi digital, data dihasilkan, ditransmisikan, dan diproses dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Permintaan bandwidth dan konektivitas yang lebih cepat yang tak pernah puas terus mendorong inovasi dalam teknologi serat optik. Corning Incorporated, pelopor dalam komunikasi optik, tetap berada di garis depan revolusi teknologi ini dengan serat ultra-rendah-rugi SMF-28 ULL-nya yang inovatif.
Didirikan pada tahun 1851 sebagai produsen kaca, Corning mengubah industri telekomunikasi pada tahun 1970-an dengan mengembangkan serat optik berkerugian rendah pertama di dunia. Terobosan ini meletakkan dasar bagi komunikasi serat optik modern. Selama beberapa dekade, Corning telah mempertahankan posisi kepemimpinannya melalui inovasi berkelanjutan dalam ilmu material dan proses manufaktur.
Seiring infrastruktur digital berkembang secara global, kabel tembaga tradisional tidak lagi dapat memenuhi persyaratan bandwidth. Serat optik telah menjadi standar untuk membangun jaringan berkecepatan tinggi dan andal. Atenuasi sinyal—diukur dalam desibel per kilometer (dB/km)—tetap menjadi faktor penting dalam kinerja serat. Atenuasi yang lebih rendah memungkinkan jarak transmisi yang lebih jauh dengan lebih sedikit penguat sinyal, mengurangi biaya modal dan operasional.
Serat SMF-28 ULL Corning mencapai atenuasi luar biasa hanya 0,15 dB/km pada panjang gelombang 1550 nm, menetapkan tolok ukur baru untuk serat mode tunggal darat. Karakteristik ultra-rendah-rugi ini memungkinkan:
Kemampuan multi-band serat mendukung pita gelombang O, C, dan L (1260-1625 nm), memungkinkan pemanfaatan spektrum yang efisien. Teknologi pelapisan ColorPro™ milik Corning meningkatkan identifikasi serat selama pemasangan dan pemeliharaan tanpa mengurangi kinerja. Varian diameter 200-mikron opsional meningkatkan kepadatan kabel untuk penyebaran yang dibatasi ruang seperti pusat data.
Lumen Technologies (sebelumnya CenturyLink) menggunakan serat SMF-28 ULL di seluruh jaringan Amerika Utara seluas 4,7 juta mil, menunjukkan kelayakan operasional teknologi tersebut. Pemasangan ini menunjukkan kemampuan serat untuk mendukung jaringan tulang punggung jarak jauh sambil mengurangi kompleksitas infrastruktur.
Seiring teknologi 5G, komputasi awan, dan IoT menyebar, permintaan akan infrastruktur optik berkapasitas tinggi akan meningkat. Corning terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang ini. Komitmen perusahaan terhadap inovasi memposisikan serat SMF-28 ULL sebagai landasan untuk jaringan optik generasi berikutnya di seluruh dunia.